Membudayakan Membaca

Membaca adalah salah satu kompetensi yang wajib dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Akan tetapi dengan semakin majunya perkembangan zaman budaya membaca sudah mulai memudar, hal ini seperti yang penulis temui dibeberapa sekolah menengah atas. Ketika ujian sekolah siswa sebagian besar merasa malas membaca soal yang banyak bacaannya “koyo moco koran” ujar mereka, padahal dalam Bahasa Indonesia hampir semua soal terdapat bacaannya. hal ini menjadi PR bagi para pendidik terutama guru Bahasa Indonesia untuk membiasakan siswa membaca. Selain itu, dengan maraknya telepon seluler yang hampir semua siswa baik dari tataran SD, SMP, maupun SMA memiliki menjadikan anak kurang memperhatikan ketatabahasaan dengan bahasa SMS yang biasa mereka lakukan.

Membaca yang dalam sebuah ungkapan dikatakan sebagai jendela dunia adalah salah satu kegiatan yang perlu mendapat perhatian ekstra karena dengan banyak membaca maka siswa akan memiliki wawasan yang luas. Banyak tokoh yang sukses karena mengaku gemar membaca seperti Theodore Roosevelt beliau kecepatan membacanya 1000 kpm (kata per menit)dan mengaku selama menjabat sebagai presiden dan tinggal di gedung putih sehari selalu menghabiskan rata-rata 3 buku. tokoh yang lain adalah Indira Gandhi kecepatan membacanya juga 1000 kpm dan masih banyak tokoh dunia yanag hobi membaca. Tokoh-tokoh dunia ini mengaku mereka bisa sukses karena banyak membaca.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Sistem Membaca Cepat dan Efektif bisa anda download disini

2 thoughts on “Membudayakan Membaca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s